Kategori

APSI Sumatera Barat Gelar Pelatihan Advokat Cetak Pengacara Syariah Yang Handal!

manatapPADANG, KABAREKSPRES—- Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Sumatera Barat bekerjasama dengan Fakultas Agama Islam Jurusan Hukum Keluarga Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) menggelar acara Pendidikan & Pelatihan Profesi Advokat (PPPA) angkatan III. PPPA yang digelar  mulai 07-30 Desember 2019 ini sebanyak 20 orang peserta dengan kelas pendidikan Sabtu-Minggu  yang dilaksanakan Aula Pasca Sarjana Universitas UMSB.

Ketua Umum DPP APSI yang diwakili  Desparika Metra,SAg, SHEL  mengatakan menyambut baik atas terlaksananya acara PPPA ini, adanya acara ini nantinya akan menghasilkan advokat atau pengacara syariah handal di Sumatera Barat.

“Bersyukur dan berbanggalah ikut di acara PPPA APSI ini, sebab prosfeknya kedepan sangat bagus, dan APSI telah sama dan sejajar dengan organisasi advokat lainnya,” ucap Pimpinan Syari`ah Konsultan, Advokat/Pengacara,Konsultan Hukum Keluarga Desparika Metra, S.Ag, SHEL, Sabtu (7/12) di Aula Kampus Pasca Sarjana UMSB.

Disebutkannya, APSI didirikan dan dideklarasikan di Semarang pada 8 Februari 2003 oleh para Praktisi Hukum dan Syariah, Sebelum ada Undang-Undang advokat APSI sudah ada, namun seakan-akan APSI masa itu tidak berjalan “mati suri”,  tidak ada gerakan baik dari Pusat maupun daerah. Kemudian pada tahun 2006 pernah dilaksanakan PKPA sebelum PPPA dulunya, Apsi di bawah naungan PERADI  mengadakan ujian. Kemudin PERADI  pecah sehingga  lahirlah beberapa organisasi Advokat.  Jadi selama 10 tahun APSI  sempat vakum.

Dahulu APSI dipandang orang dengan sebelah mata, namun saat ini APSI saat ini disegani dan dihormati. Sekarang ini semua sangat mudah, untuk mencari bahan-bahan yang diperlukan dalam hal masalah advokat bisa langsung di cari di google, dahulu membuat surat-surat dalam hal advokat harus buat dan dipikirkan terlebih dahulu.

“Semoga acara ini berjalan dengan baik dan lancar, dan hasil dari adanya PPPA ini menghasikan  advokat atau pengacara syariah dan handal,” tutur Desparika Metra, S.Ag, SHEL  yang berkantor di Jln. Durian Tarung By Pass Kelurahan Pasar Ambacang Kecamatan Kuranji Padang, Sumbar ini.

Sementara itu Ketua APSI Sumbar Afriendi Sikumbang, SH, MH mengatakan APSI Sumbar menghadirkan pemateri  dari berbagai lembaga  dan instansi yang berkompenten yakni para akademisi dan para praktisi hukum lainnya. Dengan begitu  akan memberikan pencerahan dan ilmu pengetahuan bagi para peserta  PPPA angkatan III ini.

Saat ini secara ilmu pengetahuan alumni Fakultas Syariah tidak ada bedanya  dengan Fakultas Hukum lainnya  dan sudah ada wadah  APSI  sebagai organisasi advokat yang berdiri secara Nasional sejak Tahun 2003. Saat ini di seluruh Indonesia sudah banyak alumni Syariah masuk profesi yang dikenal sebagai Officium Nobille ini.

“Dengan semakin maju dan  berkembangnya kemajuan teknologi informasi serta semakin kompleknya kehidupan masyarakat, maka semua itu sangat berpengaruh pada profesi hukum, sehingga kebutuhan masyarakat akan dunia hukum terutama profesi advokatpun semakin tinggi,  dengan demikian prilaku masyarakat sangat beragam di berbagai bidang kehidupan baik ekonomi, bisnis, sosial, budaya dan politik,” tambah Direktur Firma Hukum Afriendi Sikumbang & Assocites ini.

Disebutkannya, semua aspek yang disebutkan itu  akan berpotensi serta berimplikasi hukum bahkan selalu berhadapan dengan masalah hukum. Disinilah  peluang dimana dunia hukum itu sangat dinamis dan luas. Jadi peluang besar bagi alumni fakultas Syariah untuk berkarir sebagai pengacara, setidaknya sebagai bentuk kontribusi pada negara dalam menegakkan keadilan.

“Selama ini kita melihat advokat dari Syariah mempunyai kafasitas, dan sangat berintegritas dalam menjalankan amanah sebagai pengacara  dan menjadi profesi seorang lawyer. Alhamdulillah sampai saat ini belum ada kita dengar anggota APSI yang jadi pengacara hitam,” ujar Pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lubuk Alung ini.

Disebutkannya, APSI sebagai salah satu dari delapan  organisasi advokat yang tercantum dalam Undang-Undang No 18 tahun 2003 tentang Advokat. Sesuai perkembangan, organisasi advokat  sejak 2015 Indonesia telah menganut multi-bar, saat ini posisi APSI telah mandiri dan tidak lagi berinduk kepada Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia-red).

“Pasca keluarnya Keputusan Mahkamah Agung Nomor 77 tahun 2015 tentang penyumpahan advokat, APSI sebagai organisasi advokat telah punya kewenangan melakukan pendidikan, Ujian Profesi Advokat dan pengangkatan advokat serta mengusulkan sumpah advokat ke Pengadilan Tinggi. Oleh sebab itu, APSI telah mandiri menjalankan fungsi sebagai organisasi advokat, ” terang Afriendi merupakan mahasiswa doktor Fakultas Hukum Universitas Andalas itu.

Dijelaskannya, meskipun berlabel organisasi pengacara syariah bukan berarti pengacara APSI hanya berasal dari alumni syariah saja tetapi juga dari Fakultas Hukum, dan tidak pula berarti pengacara yang berlatarbelakang syariah hanya beracara di Pengadilan Agama saja tetapi sama dengan pengacara lain. Kalau Advokat semuanya sama, beracara di seluruh lingkungan Peradilan dengan wilayah seluruh NKRI.

sementara itu Rektor UMSB yang diwakili Wakil Rektor II Dr. Mursal, MAg mengatakan peran dari pengacara syariah ini kedepannya sangat  tertantang dengan persoalan-persoalan yang semakin tinggi dan komplek, dengan adanya berbagai masalah tersebut berujung akan pemahaman sadar hukum, peluang mengabdi di tengah-tengah masyarakat melalui APSI ini sangat penting.

“Oleh sebab itu dengan mengikuti acara PPPA APSI Sumbar saat ini maka merupakan peluang besar bagi peserta untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah persoalan syariah, dan ini merupakan peluang dan tantangan alumni  Syariah untuk berkiprah di tengah-tengah masyarakat, selamat kepada peserta semoga sukses dan berhasil,” tutupnya.      (MUSLIM ALRASYID)

Leave a Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>