Artikel/Karya

Berbagi Sesama Menghadapi Virus Corona

Berbagi itu Indah

Oleh, Bagindo Yohanes Wempi.

Gubernur Sumatera Barat Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, S.Psi., M.Sc. Datuak Rajo Bandaro Basa  selaku Pemerintah Provinsi telah menerapkan kebijakan pembatasan selektif, yaitu kebijakan yang membatasi akses bagi masyarakat yang sedang tidak sehat untuk masuk ke daerah itu guna meminimalkan kemungkinan penyebaran COVID-19. Namun bukan “Lockdown.

Kebijakan itu diambil setelah Pemprov Sumbar menggelar rapat koordinasi dengan Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), Sabtu malam di gubernuran.

Dengan kebijakan pembatasan selektif itu tim medis, satpol PP bersama TNI dan Polri akan melakukan pengecekan pada delapan pintu perbatasan Sumbar. Jika terindikasi pendatang demam akan dilakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit terdekat dan dipertimbangkan akan melakukan karantina selama dua minggu.

Pemprov mengambil kebijakan ini untuk menekan angka penyebaran COVID-19 di daerah Sumbar. Hanya yang sehat boleh masuk sementara yang terindikasi dilakukan pemantauan, pengawasan dan tindakan penanganan secara medis.

Seluruh bupati/wali kota dan DPRD serta masyarakat perlu memahami bahwa untuk memberlakukan lockdown bukan kewenangan Gubernur tapi adalah kewenangan pusat, bukan Pemprov sesuai dengan UU no 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan di pasal 10.

Dengan adanya kebijakan Pemprov di atas maka secara otomatis turunannya adalah akan terjadi kebijakan orang tidak bergerak, warga harus berada di rumah selalu. bekerja pun dilakukan di rumah dan lainnya. Sehingga dampak salah satunya adalah regulasi ekonomi masyarakat kecil akan turun, pendapatan masyarakat kecil akan berkurang. Nanti akan ada orang kehilangan pekerjan dan bisa jadi sama sekali mereka tidak dapat penghasilan.

Baca Juga:  Kepalsuan Media: Ketika Waode Dilarang Bernyanyi

Situasi di atas lamanya waktu pasti akan terjadi, maka disinilah peran sesama anak bangsa saling berbagi, saling memberi satu sama lain. Yang kaya mari ulurkan tangan dengan membantu orang miskin secara iklas tanpa ada embel-embel. Tetangga yang berkecukupan mari membantu yang tetangga berkekurangan. Sehingga sesama tetangga menjadi garda terdepan saling tolong menolong.

Untuk menyempurnakan saling berbagi ini, aparat terendah apakah RT, RW, Wali Nagari, Wali Korong dan ormas harus melakukan pemantauan dan mengawasi warganya yang tidak punya bahan makanan untuk dimasak. Nah di sini Salah satunya peran mereka untuk membantu melalui kebijakan petugas satgas yang telah ditunjuk oleh Pemerintah Daerah.

Namun barang tentu Pemerintah Daerah harus juga mengambil kebijakan dalam bentuk membantu masyarakat yang terkena himpitan ekonomi sampai tidak makan. Harapan kebijakan petugas satgas menyeluruh yaitu tidak hanya mengawasi penyebaran virus corona melalui semi lockdown. Namun warga yang tidak makan atau tidak ada uang beli bahan makanan akibat dampak virus corona juga dibantu.

Maka fungsi petugas satgas harus konverensif yaitu mencegah penyebaran virua corona di satu sisi, maka sisi yang lain adalah memberi bantuan kepada masyarakat yang kelaparan atau tidak punya penghasilan himbas kebijakan yang diambil Pemerintah Provinsi.

Sekarang kebijakan Pemerintah Provinsi sudah dijalankan dan sudah diterapkan maka kepada semua mari tumbuhkan rasa empati dan tumbuhkan rasa mau berbagi sesama agar bisa sama-sama bertahan menghadapi kebijakan ini sampai virus corona hilang dan habis. [*].


Berbagi itu Indah

Comment here