Kategori

Empati Warga, Lock Down Stop Virus Corona

yohanes kabarOleh, Bagindo Yohanes Wempi

Pemerintah untuk sementara waktu tidak menerapkan lock down total untuk penanggulangan penyebaran virus corona. Namun Pemerintah hanya melakukan pembatasan pada orang berkumpul, jaga jarak, lebih baik di rumah berdiam diri sampai penyebaran virus corona terhenti.

Namun di beberapa daerah sudah mulai mengambil kebijakan semi lock down artinya 14 hari kedepan semua sekolah tutup, kantor-kantor juga tutup, ASN disuruh bekerja di rumah, diberlakukan jam malam dengan warga tidak boleh berkumpul dan lainnya.

Sehingga dampak dari penanganan ini sudah mulai terasa ditengah-tengah masyarakat. Temuan di lapangan masyarakat sudah mulai mengeluh bahwa ekonomi lesu. Pendapatan dari sektor bisnis menurun, penghasilan dari perdagangan kecil. Mengakibatkan masyarakat sekarang sudah merasakan kesusahan dan kesulitan ekonomi.

Masyarakat sudah merasakan jika kondisi penanggulangan virus corona ini kedepan tetap seperti sekarang, maka banyak masyarakat yang tidak bisa membayar cicilan hutang, masyarakat akan terlilit tidak akan bisa memenuhi kebutuhan makan, air, listrik dan lainnya.

Tidak itu saja, kedepan sektor bisnis akan tutup, akan terjadi pemutusan kerja, sektor perdagangan akan lumpuh. Mengakibatkan masyarakat yang mengalami hal di atas perlu diberi bantu oleh Pemerintah, serta masyarakat berkecukupan juga perlu mengulurkan tangan dengan mempertinggi sikap empati pada sesama.

Sikap empati perlu ditumbuhkan dan perlu ada dalam kondisi seperti sekarang ini. Penulis selaku orang Minang sangat bangga dengan pengusaha wardah, putri asli Minang yang bergerak di bidang kosmetik memberikan bantuan dana Rp.14 milyar untuk membeli alat-alat untuk pengobatan dan antisipasi virus corona Di rumah sakit.

Rasa empati yang lahir itu perlu juga diambil contoh di nagara Korea Selatan dimana seluruh pejabat negara menyumbangkan gajinya untuk penangulangan penyebaran virus corona ini. Sedangkan dibenua eropa, Amerika pengusaha, artis, tokoh berbondong-bondong menyumbangkan dana dan fasilitas pribadi dipakai untuk pengobatan dan pencegahan virus corona ini.

Sikap saling membantu menghadapi kebijakan semi lock down ini juga dirasakan di Turki, di sana orang kaya membagi-bagikan sembako dan makan untuk para tuna wisama, atau masyarakat miskin yang ada di daerahnya. Begitu juga di Philipina masyarakat meletakan makan di depan rumah untuk diambil oleh masyarakat yang kurang mampu.

Sekarang Indonesia, terkhusus Sumatera Barat sebentar lagi akan merasakan dampak ekonomi dari virus corona ini. Himbawan kepada masyarakat menengah ke atas, orang yang memiliki kelebihan reski mari bantu, tumbuhkan rasa berbagi sesama untuk membantu saudara Kita yang terdampak virus corona.

Lihat tetangga dengan skop kecil, jika mereka ada kekurangan maka berikan bantuan, bagi pengusaha kaya, orang kaya berikanlah sumbangkan dana milyaran, triliyunan pada Pemerintah Kita agar Pemerintah memiliki dana untuk memberi peralatan, perlengkapan dan obat-obatan atisipasi penyebaran virus corona ini.

Saatnya ulurkan tangan demi bangsa Dan negara, kumpulkan sumbangan, berikan bantuan untuk negara. Insyaallah dengan kebersamaan dan gotong royong yang dilakukan ada keyakinan 20.000 harga dollar naik dari rupiah Kita akan tetap bertahan. Badai pasti berlalu. [*].

Leave a Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>