Kategori

Fenomena Kemiskinan Di Padang Pariaman, 100 Hari Program Yohanes Wempi Jika Terpilih Jadi Bupati!

Yohanes WempiOleh Bagindo Yohanes Wempi.

Pada hari Senin digroup WA Padang Pariaman 2020-2025 terjadi diskusi hangat antar anggota dimana salah seorang anggota DPRD Padang Pariaman mengirim foto yang menceritakan tentang kegiatannya menemukan ada anak kurangan gizi di salah satu Nagari.

Tampilan foto tersebut menjadi bahan diskusi atau perdebatan di dalam group WA tersebut. Sebagai informasi bahwa di dalam group tersebut terdapat tokoh-tokoh hebat Padang Pariaman. Dari foto tersebut ada yang berkomentar bahwa mereka sangat prihatin dan mempertanyaan kemana selama ini Pemerintah Daerah, mengapa ada kasus kekurangan gizi diera keterbukan informasi ini terjadi.

Sebelum-sebelumnya juga ada foto temuan lain di tengah masyarakat yang membuat hati ini sedih seperti ada anak atau orang tua mendapat penyakit langka yang tidak mendapat pelayanan Pemerintah, ada berita terbaru ditemukan mayat orang tua di rumah tanpa anak dan dunsanak didekatnya, ada juga foto ditemukan keluarga miskin yang tinggal berlantaikan tanah di rumah kayu reot.ok yohanes

Macam-macam foto dan berita medsos yang menggambarkan betapa buruknya kondisi masyarakat Padang Pariaman saat ini tanpa ada pelayanan dan kecilnya penganggaran terhadap masyarakat yang tidak beruntung tersebut.

Penulis termasuk anggota didalam group itu, disaat berlangsung perdebatan salah seorang tokoh bertanya pada penulis. Ternyata yang bertanya adalah tokoh PKDP Pasaman, pangilan Ajo Firdaus, beliau bertanya pada penulis tentang program 100 hari jika Bagindo Yohanes Wempi terpilih menjadi Bupati Padang Pariaman.

Sembari mengucapkan terima kasih, pertanyaan Ajo Firdaus tersebut penulis jawab, yaitu 100 hari masa jabatan langkah pertama pembiayaan rumah tangga Bupati selama 1 priode jabatan akan disumbangkan pada masyarakat miskin dan para lansia yang tidak punya keluarga atau dunsanak miskin yang tidak bisa membantu.

Selanjutnya selama masa jabatan penulis berkomitmen tidak akan membeli kendaraan mobilisasi dinas baru dan fasilitas perumahaan Bupati selama 5 tahun tidak perlu dianggarkan, penulis berkomitmen cukup fasilitas yg ada sekarang dimaksimalkan dan dipakai sampai berakhir masa jabatan.

Disamping itu seluruh pejabat harus tinggal dan berdomisili di Padang Pariaman. Para pejabat ini nanti ditugaskan sebagai gugus depan yang akan memperhatikan, memberi empati, memberi pelayanan kepada masyarakat yang kurang mampu tanpa melalui protokoler yang rumit. Jika diperlukan para pejabat Pemda ini nanti tinggal dan berdomisili disebar di setiap Nagari dan Kecamatan yang ada, sehingga optimalisasi mereka melayani akan bisa diukur.

Setelah dilantiknya Kepala Daerah wajib melakukan kajian dan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pembangunan infrastruktur yang menelan anggaran ratusan milyar dan disinyalir boros melalui auditor independen.

Sehingga kedepan bisa diukur berapa persen dana pembangunan tersebut dipangkas dan dialihkan untuk program kesejahteraan, program pelayanan kesehatan, program pembanguan rumah untuk orang miskin dan lainnya yang pro rakyat.

Penulis tidak setuju Pemda hanya cenderung membangun gedung-gedung mewah berbiaya tinggi, gedung tersebut tidak ada dampaknya terhadap masyarakat. Namun masyarakat tetap miskin dan tidak mendapat pelayanan anggaran yang optimal karena sudah habis untuk program sia-sia.

Selanjutnya dalam program 100 hari tersebut adalah Kepala Daerah dan Wakil melakukan kunjungan kepolosok Nagari, sampai kekorong dan dusun-dusun untuk melihat kondisi riel masyarakat di lapangan. Barang tentu dengan menggerakan kembali budaya kasurau seperti pejabat dan ASN wajib sholat subuh berjamaah keliling, sholat Jumaat keliling dan menggerakan kembali budaya gotong royong, budaya badoncek untuk membangun kampung, nagari.

Dari langkah program 100 hari yang dijelaskan di atas Kepala Daerah yang baru juga akan mengumpukan ninik mamak, mengumpulkan para ulama, mengumpulkan tokoh rantau dan ranah dengan melakukan muzakarah bersama  untuk kembali membangkitkan rasa ukuwah islamiyah dan rasa mau membantu melalui potensi kearifan lokal  yang ada untuk sama membangun Padang Pariamah kedepan.

Seratus hari waktu yang sangat pendek menjadikan Padang Pariaman berjaya, namun dengan langkah seperti di atas sudah bisa tergambarkan bagai mana komitmen penulis untuk membuat masyarakat Padang Pariaman adil dan makmur nantinya di 100 hari masa jabatan.

Namun langkah selanjutnya untuk 5 tahun pemerintahan penulis juga akan mengundang para akademisi dan tokoh berpengalaman merumuskan secara teknis visi dan misi Bupati priode 2020-2025 agar Padang Pariaman berjaya. Kesimpulannya dengan ada rumusan visi dan misi yang kongrit 5 tahun kedepan, Penulis yakin kebahagian tercipta ditengah masyarakat Padang Pariaman. [*]

Leave a Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>