Kategori

Ketua Ormas LAKI Sumbar: Pemilu 2019, Jangan Pilih Caleg Yang Korupsi, Narkoba & Main Perempuan!

3KABAREKSPRES, PARIAMAN—–Pemilu serentak 2019 tidak lama lagi  hanya tinggal menghitung hari (sampai 17 April) mendatang. Masyarakat harus tahu siapa calon atau pilihannya  yang berkompenten, bersih track recordnya di mata masyarakat sehingga bisa menyalurkan aspirasi dan tidak mengecewakan masyarakat.

Sebab, jika salah memilih maka akan melahirkan calon atau pemimpin yang tidak kredibel, tidak amanah, korup dan hanya mementingkan dirinya sendiri dan hanya meraup keuntungan sesaat dari masyarakat pas pada waktu pesta alek demokrasi lima tahunan ini. Sehingga yang rugi kedepannya adalah masyarakat itu sendiri.

“Dalam pemilihan pada 17 April mendatang diminta masyarakat harus betul-betul memilih calon yang bisa menyuarakan  aspirasi mereka, jangan mau tergoda dengan iming-imingan uang yang tidak seberapa,  kita jangan sampai seperti memilih kucing dalam karung, dampak dari politik sesaat ini yang diuntungkan adalah pemain ‘besar’ yang berduit  dan yang menjadi tumbalnya adalah masyarakat jelata,” ucap Ketua Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Sumbar Azwar Anas kepada media online www.kabarekspres. com, Minggu (03/2) saat dihubungi.

Penggiat sosial dan anti korupsi yang peduli terhadap masyarakat miskin ini menyebutkan pejabat yang tidak amanah,  koruptor dan hanya mementingkan “periuk nasi” nya saja, bisa juga pergunakan ‘kekayaan’ tersebut untuk menggunakan narkoba dan main perempuan pada  saat kerja luar daerah. Asal muasalnya mulai dari bandar narkoba, perjudian, prostitusi yang mana semua berasal dari Koruptor.

“Seharusnya para caleg itu berani melakukan kontrak politik (MoU) dengan konstituannya di daerah masing-masing, siap membangun negeri tanpa korupsi, amanah,  dan tidak memboroskan uang negara seperti Kunker dan Bimtek yang setiap ‘saat” dilakukannya yang mana untungnya tidak ada sama sekali buat masyarakat,” tambah Azwar Anas  yang telah banyak melaporkan berbagai kasus-kasus korupsi yang ada di Padang Pariaman dan Kota Pariaman ini ke Jakarta.

Disebutkannya, belajar dari yang sebelum ini, hasil Bimtek dan Kungker mereka itu,  buktinya bisa dikatakan NOL besar!. Banyak para caleg setelah duduk jadi anggota dewan atau jadi pemimpin maka mereka hanya mementingkan  diri sendiri dan golongannya. Hal ini bisa dilihat dari berapa banyak dan aspirasi dan dana pokirnya yang tidak banyak masyarakat mendapatkannya.

“Begitu juga proyek Pokir mereka yang mencapai ratusan juta itu yang mengeksekusi mereka sendiri, untuk kepentingan diri mereka, dan yang  sangat dirugikan dengan dieksekusi Pokir itu adalah kontraktor kecil yang mencari kebutuhan hidupnya,” tambahnya.

Dengan begitu sebutnya, jika dewan tersebut yang  mengeksekusi dana Pokirnya langsung maka dana tersebut sesuka hatinya saja mau dikemanakan, bisa jadi orang-orang dekatnya disuruh melakukan proyek, sehingga masyarakat lain yang seharusnya mendapatkan gigit jari, dan hal itu bisa menambah angka kemiskinan di daerahnya sendiri.

“Jadi oleh sebab itu memberantas pejabat  yang korupsi, tidak amanah, dan hanya memikirkan untung sendiri  merupakan tugas kita bersama  termasuk di dalamnya peran ninik  mamak, tokoh masyarakat dan lainnya untuk bisa mendidik dan mencerdaskan masyarakat di daerahnya untuk menolak politik uang dan pilih caleg yang track recordnya baik di mata masyarakat,” tambah Azwar Anas.

Disebutkannya, seharusnya pihak Eksekutif harus berani untuk menolak permintaan dari oknum  dewan dalam masalah ini, sebab hal itu sudah jauh melenceng dari pekerjaan DPRD. Jadi, dampak dari korupsi itu sangat membumi hanguskan masadepan bangsa.  Miskin  dan hancurnya negara ini semuanya berasal dari perilaku Koruptor. (muslim alrasyid)

Leave a Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>