Kategori

Patuhi Lock Down, Virus Corona Terhambat

Oleh, Bagindo Yohanes WempiYohanes Wempi

Beberapa daerah sudah menerapkan semi lock down, yaitu masyarakat dilarang berkumpul, melakukan pertemuan. Semua warga hanya berkumpul di rumah dan tinggal di rumah sampai penyebaran penyakit virus corona terhenti.

Namun himbawan tersebut tidak diindahkan atau tidak dipatuhi, malah ada dikalangan komunitas warga yang mencoba membangun Isu hoax bahwa larangan tersebut dianggap mainan dan dianggap candaan.

Namun semua bersyukur bahwa Kepala Polri Jenderal Polisi Idham Azis menerbitkan maklumat terkait dengan penanganan penyebaran wabah virus corona atau Covid-19. Maklumat bernomor Mak/2/III/2020 dikeluarkan pada Kamis, 19 Maret 2020.

Dalam maklumat itu, disebutkan bahwa maklumat dibuat berdasarkan pertimbangan situasi nasional terkait cepatnya penyebaran virus corona. Maklumat itu dikeluarkan agar penyebaran virus tidak makin meluas dan berkembang menjadi gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolri dan jajaran di bawah meminta masyarakat tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri.

Seperti dalam bentuk seminar, lokakarya, konser musik, festival, bazzar, pasar malam, pameran, unjuk rasa, kegiatan olahraga, kesenian, jasa hiburan, pawai, karnaval hingga resepsi keluarga, dan lainnya baik diadakan oleh pemerintah atau instansi lain.

Maka Apabila ada keperluan mendesak dan tidak dapat dihindari yang melibatkan massa, agar dilaksanakan sesuai dengan protokol pemerintah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Selain itu, Kepala Polri dalam maklumatnya juga meminta masyarakat tetap tenang dan jangan panik, namun diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing dan mengikuti informasi serta imbauan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Sudah mendekati seminggu malukmat ini keluar ternyata di lapangan masih ditemukan adanya keramaian, terkadang keramaian tersebut diadakan oleh Pemerintah Daerah dan jajarannya sendiri tanpa mematuhi maklumat Polri tersebut.

Jika fenomena maklumat ini tidak diindahkan maka perlu langkah bersama. Sekarang saatnya Gubernur, Bupati, Walikota, Kepolisian, TNI, dan aparat lain membahas langkah-langkah apa yang dilakukan agar maklumat kapolri dan semi lock down ini bisa efektif berjalan dan bisa ditetapkan dan dipatuhi.

Langkah dukung bersama pemangku kepentingan di atas perlu dilakukan agar realiasi lapangan satu, tidak ada dua kebijakan yang berbeda yaitu p
Pemerintah Daerah, Polisi, TNI, Jaksa dan lembaga lainnya satu kata agar melakukan semi lock down sehingga penyebaran virus corona bisa dihentikan.

Pemerintah harus saling berkordinasi dan membuat tim penanganan split bersama, satu langkah, satu arahan, satu tujuan dan masyarakat akan patuh dan dipatuhkan untuk menghambat penyebaran virus corona yang makin hari makin bertambah korbanya.[*].

Leave a Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>