Kategori

RSUD Padang Pariaman Bersiap Hadapi Penilaian Akreditasi April Mendatang

rsudPadang Pariaman, KabarEkspres____Jajaran RSUD Padangpariaman saat ini tengah bersiap menghadapi penilaian Akreditasi yang rencananya akan berlangsung pada bulan April 2017 mendatang. Terkait hal itu, pihak managemen RSUD Padangpariaman yang terletak di Nagari Paritmalintang, Kecamatan Enam Lingkung ini tampak terus merapatkan barisan di samping melakukan pembenahan di berbagai bidang, tentunya sesuai kategori panilaian akreditas yang ada.

Seperti diakui Direktur RSUD Padangpariaman, dr Efriyeni, yang dihubungi di ruang kerjanya, proses penilaian Akreditasi nantinya akan dilakukan langsung oleh lembaga independen, dalam hal ini Komite Akreditasi Rumah Sakit Nasional (KARSN)

Proses Akreditasi itu sendiri sebutnya, pada dasarnya  erat kaitannya dengan mutu rumah sakit. “Jadi dalam hal ini nantinya setidaknya akan ada 15  parameter penilaian, yang harus dipenuhi oleh rumah sakit, sehingga jika telah dianggap terpenuhi, barulah nantinya rumah sakit tersebut bisa mendapatkan predikat akreditasi,” terangnya.

Terkait hal itu, dalam menghadapi persiapan penilaian akreditasi dimaksud, pihak RSUD Padangpariaman sendiri lanjut Efriyeni telah melakukan sejumlah persiapan penting. Diantaranya mengadakan workshop, hasil kerjasama dengan pihak KARSN, maupun dengan pihak RSUP M Djamil Padang.

Efriyeni juga mengakui, diantara parameter yang akan menjadi penilaian, seperti perlengkapan cuci tangan, yang bisa dimanfaatkan oleh warga rumah sakit.

“Makanya segala perlengkapan yang berhubungan dengan itu akan terus kita lengkapi. Termasuk  bagaimana  melengkapi fasilitas peralatan cuci tangan, termasuk wetapel, sabun untuk kebutuhan cuci tangan dan sejumlah fasilitas lainnya,” imbuhnya.

Demikian pula halnya perlengkapan  tong dan pengelolaan sampah. Termasuk diantaranya tempat penyimpanan sampah sementara. Begitu pula pengelolaan sampah cair dan sampah padat. “Khusus untuk peneglolaan sampah rumah tangga, selama ini kita telah bekerjasama dengan jajaran Dinas PU. Jadi ke depannya kita perlu melengkapi fasilitas pendukung untuk keperluan pengelolaan sampah padat dan cair,” paparnya.

Untuk itulah lanjutnya, diantara persiapan yang dilakukan dalam menghadapi penilaian akreditasi dimaksud, diantaranya dengan melakukan penilaian terhadap diri sendiri, yaitu dengan membentuk tim accesor yang berasal dari pihak managemen RSUD Padangpariaman sendiri.

“Selain itu kita juga terus membenahi dan melengkapi berbagai kekurangan yang masih ada, tentunya sesuai dengan 15 kategori penilaian yang mesti dipenuhi,” imbuhnya.

Diantaranya,  bagaimana melengkapi fasilitas  berkaitan dengan standar keselamatan pasien. “Sebagai contoh,  di sekitar ruangan yang lantainya licin dan dianggap berbahaya bagi keselamatan pasien, nantinya akan dipasang peringatan agar para pasien lebih berhati-hati,” imbuhnya.

Demikian pula pasien yang tergolong dengan risiko jatuh misalnya, termasuk manula atau yang lainnya, juga dipasang tanda berupa gelang, untuk kemudian jadi prioritas utama dalam hal pelayanan.

Juga tidak kalah pentingnya,, berbagai kelemahan dan kekurangan yang masih ada nantinya juga akan dibicarakan bersama, untuk kemudian dicarikan jalan keluar atau solusi terbaiknya.

Dalam artian lain, pihaknya berharap berbagai persiapan yang dilakukan nantinya bisa lahir menjadi komitmen bersama. Sehingga, seluruh petugas maupun pihak managemen rumah sakit nantinya memiliki langkah dan tekad yang sama untuk bisa memenuhi standar penilaian akreditasi dimaksud.

“Karena itulah dalam berbagai kesempatan, seperti saat apel pagi, kita selalu mengingatkan dan mewanti-wanti para petugas dan pegawai yang ada di rumah sakit ini untuk benar-benar serius dalam mewujudkan apa yang menjadi harapan bersama, yaitu bagaimana rumah sakit ini nantinya bisa terakreditasi seperti yang diharapkan,” imbuhnya.

Di pihak lain, tentang fasilitas rumah sakit yang dipimpinnya itu, Efriyeni mengakui, bahwa pada dasarnya memang masih cukup banyak fasilitas yang mesti dilengkapi ke depannya.

Salah satunya perlunya kehadiran fasilitas ICU. “Karena di rumah sakit ini yang ada itu baru HCU, sementara ruangan ICU sendiri belum. Jadi inilah ke depan yang perlu dilengkapi lagi,” terangnya.

Di samping itu juga masih perlunya penambahan tenaga ICU, dengan jumlah maksimal sekitar 15 orang. “Selain itu yang perlu dilengkapi ke depannya, yaitu penambahan tenaga untuk ruang rawat inap, di samping penambahan ruangan rawat inap, ruang rekam medik dan farmasi, di samping sejumlah fasilitas lainnya. “Mudah-mudahan saja harapan kita, berbagai kekurangan fasilitas yang ada di rumah sakit ini nantinya bisa terus dilengkapi. Baik itu nantinya dari bantuan pusat, seperti dari dana DAK, APBD kabupaten maupun provinsi dan sumber lainnya,” ulasnya mengakhiri. (ris)

Leave a Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>