Artikel/KaryaSumatera Barat

Sumbar Lock Down, Daerah Lain Lakukan

Berbagi itu Indah

78Oleh Bagindo Yohanes Wempi

Sudah saatnya Ranah Minang melakukan kebijakan lock down untuk menyelamatkan 5 juta lebih penduduk ini. Dorongan lock down sudah bisa dilakukan dengan sudah ada 7 orang positif terkena virus corona dari beberapa daerah di Sumbar. Diprediksi kedepan akan tetap bertambah.

Dukungan lock down tersebut sudah datang dari mana-mana, baik tokoh-tokoh nasional, ninik mamak, ormas dan pihak daerah. Bahasa lock down secara tidak langsung juga sudah keluar dari kebijakan melalui surat edaran Gubernur dan beberapa Bupati meminta agar perantau Minang untuk sementara waktu jangan pulang kampung dahulu.

Dengan ramainya keinginan semua pihak untuk lock down maka sudah saatnya Gubernur dan Kepala Daerah Kab/Kota melakukan kebijakan tersebut, yang pada dasarnya sudah juga dilakukan oleh beberapa daerah di NKRI ini seperti dibawah ini ;

Daerah Solo
Sejak menetapkan KLB pada Jumat (13/3), Pemkot Solo menerapkan semi-lockdown. Aktivitas sekolah diliburkan selama 14 hari, acara dengan massa besar ditunda, hingga pembatalan car free day dan penutupan destinasi wisata. Kebijakan itu isa diperpanjang menyesuaikan perkembangan situasi.

Daerah Bali
Setelah perayaan Nyepi, Pemprov Bali mengimbau warga untuk menetap di rumah masing-masing.
Para pecalang diturunkan untuk memblokir jalan akses ke sejumlah kota.

Daerah Papua
Kebijakan pembatasan akses ke Papua diterapkan sejak 26 Maret. Akses dari laut dan udara ditutup sementara untuk menekan penyebaran virus corona.

Baca Juga:  Irwan Prayitno Restui Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi Maju Menuju BA1 Sumbar Pilkada 2020

Daerah Maluku
Mulai Minggu (22/3) Pemprov Maluku menutup jalur penerbangan dan pelayaran selama 14 hari. Penutupan itu diklaim tak mengganggu perekonomian di Maluku, dan stok kebutuhan pokok untuk warga masih cukup untuk lima bulan ke depan.

Yang fenomenal adalah Pemkot Tegal baru akan memulai full local lockdown pada 30 Maret. Akses perbatasan keluar masuk ke Tegal akan ditutup selama empat bulan, tapi jalan provinsi dan jalan nasional masih akan dibuka.

Beberapa daerah tersebut dengan tegas bersepakat melakukan lock down dan sekarang sudah menerapkan. Menurut penulis Sumbar saat ini lebih baik lock down dalam kondisi sekarang dimana masyarakat Minang masih dalam keaadan kuat dan masih memiliki cadangan kebutuhan yang cukup di daerah-daerah. Jika kondisi ini dilakukan lock down tidak banyak masyarakat yang dibantu oleh Pemerintah Daerah akibat terkena imbas kebijakan ini.

Jika nanti dibiarkan berlaru-larut, dibiarkan waktu dengan keadaan seperti ini, akan terjadi dimana masyarakat sudah kehabisan cadangan dan kehabisan energi akibat melemahnya ekonomi, pendapatan masyarakat sudah berkurang. Lalu dilakukan lock down akan menyebapkan banyak yang harus dibantu oleh Pemerintah Daerah.

Sedangkan Pemerintah Daerah juga dalam kondisi kelelahan akibat waktu yang panjang dengan serba ketidak pastian. Serta cadangan daerah pun sudah mulai menipis. Lock down lebih cepat lebih baik, sebelum semua cadangan menipis, warga sudah sekarat dengan ekonomi susah lalu dilakukan lock down.

Baca Juga:  Fadli Zon: Surat Kepada Presiden Tak Perlu Dibahas Dalam Rapim

Ibarat keputusan mengamputasi jari sakit dalam kondisi sehat badan itu lebih baik, dari pada dilakukan amputasi jari sakit ketika badan sudah melemah dan berbahaya. Mari lock down ranah Minang ini.[*].

Reaksi Anda:

Loading spinner

Berbagi itu Indah

Comment here